Selamat Pagi
Syalom, Bapak/ Ibu saudara/i dan seluruh jemaat yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Marilah kita syukuri hari baru inj, Selasa 06 Februari 2024 dan mengawalinya dengan berdoa, membaca alkitab dan saat teduh sejenak.
”Semua kamu putarbalikkan! Dapatkah tukang periuk dianggap sama seperti tanah liat? Dapatkah yang dibuat berkata tentang yang membuatnya, “Bukan dia yang membuat aku”? Dapatkah yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya, “Ia tidak tahu apa-apa” (Yesaya 29:16)
“Bagaikan kacang lupa akan kulitnya” atau “Bagai ulat lupa daunnya” itu adalah pribahasa yang menggambarkan orang-orang yang melupakan asal-usulnya atau melupakan kebaikan yang telah diterimanya. Sungguh ini suatu kesombongan. Bagaimana mungkin seorang anak melupakan orangtuanya yang telah membesarkan dan merawatnya? Atau seseorang yang telah berhasil melupakan orang-orang yang telah berjuang untuk keberhasilannya? Sungguh perbuatan yang terlalu!
Sikap dan perbuatan seperti itulah yang ditunjukkan oleh bangsa Israel. Mereka menutup diri terhadap TUHAN Allah. Mereka bersembunyi dari TUHAN dan tidak melakukan kehendak TUHAN dalam kehidupannya. Hal ini merupakan suatu pemberontakan. Mereka berani berkata: “Bukan dia yang membuat aku” dan “Dia tidak tahu apa-apa” kepada Allah yang menciptakan mereka dan Allah yang mahatahu.
Pemberontakan mereka ditunjukkan dengan sikap dan perbuatan yang berpura-pura dan munafik. Berfirmanlah Tuhan, “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, sedangkan hatinya menjauh dari-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan (ay. 13) Sungguh tindakan yang sangat disesalkan. Melakukan kewajiban tanpa mengenali maknanya karena mereka telah melupakan Penciptanya.
TUHAN Allah itu sungguh maha mengetahui, tidak ada yang dapat kita sembunyikan dari Dia. Dia sungguh mengenal kita dan mengetahui apa yang ada dalam hati kita dan apa yang kita rencanakan. Maka jangan pernah berpura-pura di hadapan Tuhan, karena Dia akan marah dan kecewa. Ibadah adalah sikap keseharian kita bukan hanya di gereja atau ritualnya aja. Ibadah adalah sikap kita terhadap Tuhan, bentuk kekaguman kita pada Tuhan dan sikap ucapan syukur kita atas perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup kita.
Taatilah TUHAN Allahmu dan tetaplah bersyukur karena Dia yang Menciptakan kita dan yang Memelihara hidup kita, Setia dan taatlah pada-Nya.
Selamat hari Selasa, belajarlah untuk mengerti dan menghargai karena hidup ini terus berputar.
